Dr. Arim Nasim: April 2016 Iuran BPJS Naik, Rezim Pemalak Semakin Mencekik!






BDG.NEWS,- Menanggapi kenaikan iuran BPJS berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, Pakar Ekonomi Dr. Arim Nasim mengatakan bahwa rezim ini  memang betul-betul rezim pemalak . Rakyat terus dibebani dengan berbagai pungutan. Setelah "sukses" dengan memalak rakyat dengan isu peduli lingkungan yaitu pungutan Rp. 200 per kantong plastik, kini rezim jokowi akan menaikan iuran BPJS mulai April.

Lebih parah lagi mulai Mei akan diberlakukan 1 keluarga dengan 1 virtual account, artinya kalau dalam satu keluarga ada 3 orang maka kalau tidak bayar semua dianggap belum, ini benar-benar pemalakan terhadap uang rakyat.

Selama ini sistem BPJS banyak penolakan dari kalangan masyarakat termasuk kalangan tenaga medis, karena tarif mereka sangat murah. Sementara janji-janji manis pelayanan dai BPJS kenyataannya berbeda, mereka pihak BPJS selalu mencari dalih agar tidak mengcover semua biaya pengobatan sehingga dengan alasan tertentu pasien diminta membayar biaya yang tidak ditanggung BPJS.

Dalam pandangan Islam, sistem BPJS ini bertentangan dengan syariat islam dan sebuah kedzoliman  karena dalam pandangan Islam, pelayanan kesehatan merupakan tanggung jawab negara. Karena BPJS esensinya adalah swastanisasi atau liberalisasi sektor kesehatan.

Ironisnya rezim ini terus mengobral SDA ini diserahkan ke swasta seperti kasus Frreeport dan sekarang yang sedang ramai adalah kasus Blok Masela.

Karena itu saatnya kita terutama tokohtokoh umat dan intelektual mencampakkan sistem dan rezim neoliberal dan sungguh-sungguh menggantinya dengan sistem yang adil dan menyejahterakan yaitu syariah dan khilafah.

Sebelumnya, Humas BPJS, Irfan Humaidi, dalam keterangannya pada Jumat (11/3), Perpres yang ditetapkan pada 29 Februari 2016 lalu itu menyebutkan, kenaikan iuran per bulan Jamkesda atau Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang didaftarkan pemda dari sebelumnya sebesar Rp 19.225 menjadi Rp 23 ribu.

Menurutnya Untuk peserta mandiri, semua kelasnya pun mengalami kenaikan besaran iuran per bulan. Untuk peserta JKN kelas I, iuran yang sebelumnya sebesar Rp 59.500 menjadi Rp 80 ribu. Untuk iuran per bulan peserta JKN yang memilih fasilitas kelas II, yang semula sebesar Rp 42.500 kini menjadi Rp 51 ribu. Adapun iuran per bulan untuk peserta JKN kelas III, sebelumnya sebesar Rp 25.500 menjadi Rp 30 ribu. (BDG.NEWS/LA)
Label:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget