Densus 88 Alat Pembantai Umat Islam, GP Bandung Tuntut Agar Segera Dibubarkan

Densus 88 Alat Pembantai Umat Islam, GP Bandung Tuntunt Agar Segera Dibubarkan

GP JABAR FP, BANDUNG – Mahasiswa sejatinya tidak akan diam melihat kedzoliman, hal ini dibuktikan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan (GEMA Pembebasan) Kota Bandung dalam aksinya yang bertemakan DENSUS 88 BIADAB, ALAT KEBIRI UMAT ISLAM BUBARKAN. hal tersebut dilakuan atas beberapa kedzoliman densus 88 pada umat islam.

Beberapa kedzoliman bahkan layak dikatakan kebiadaban yang dilakukan oleh densus 88 yang menyakiti hati umat islam diatantaranya pada 20/9/14 lalu di kecamatan dompu Nurdin tewas ditangan densus 88 saat sholat ashar, sementara di poso ditahun yang sama sebanyak 12 orang tewas terbunuh oleh densus bahkan belum termasuk DPO. Dan terbaru adalah suyono yang tewas setelah ditangkap densus 88. Kasus ini makin memantik amarah umat islam, khususnya GP BANDUNG atas kedzoliman-kedzoliman yang diperbuat densus 88.

Indra Lesmana selaku ketua GP Kota Bandung menilai saat ini densus 88 hampir tak perlu lagi melakukan penyeledikan terlebi dahulu sebelum melakukan penangkapa, tak perlu lagi melakukan pengadilan terbuka, cukup bermodalkan kata terduga densus 88 boleh menindak dan menghakimi si korban.

“saat ini densus 88 hampir tak perlu lagi melakukan penyeledikan kasus yang mendalam, tak perlu lagi pengadilan terbuka atas seseorang, cukup bermodalkan kata terduga, terkait, dan tersangka teroris nyawa manusia di Negeri ini menjadi halal untuk dicabut” Kata Indra saat membacakan pernyataan sikap diakhir agenda aksi di depan POLRESTABES Bandung, jumat 18/15.

Indra juga menilai densus 88 juga telah menghina umat islam dengan menjadikan Al-Qura’an sebagaai barang bukti terduga teroris.

“bahkan densus 88 dalam kasus ciputat tanggerang selatan pada januari 2014, telah menjadikan Al-Quran sebagaai barang bukti “ lanjut Indra.

Firmansya selaku ketua GP Jawabarat juga menilai densus 88 bukan melindungi masyarakat dari tindakan terrorism, justru densus 88 membuat ketakutan ditengah masyarakat. Mengapa tidak, yang berjengkot, yang lagi melakukan dzikir, bahkan Al-Quran bisa jadi barang bukti oleh densus 88.

“lembaga ini sejatinya bukan pelindung masyarakat, justru mereka adalah penebar teror dan penyebar faham terorisme ditengah masyarakat”. Ujar firmansyah.

Keganjilan dan tidak profesinalnya densus 88 juga dikemukakan oleh Ipank Fatin Abdulah selaku ketua Muslim Analize yang juga pendahulu GP. Menurutnya kasus suyono merupakan sala satu bukti ketidak profesionalan lembaga ini, yang semestinya mengadili adalah tugas pengadilan kini mereka dapat melakukan itu bahkan lebih kejam dari lembaga pengadilan, hingga nyawa seseorang bisa hilang.

“Contohnya kasus suyono dan pembunuhan tampa pengadilan, padahal baru terduga.” Kata Ipank.

Atas beberapa kasus tersebut Indra selaku ketua gema pembebasan kota bandung menuntut agar densus 88 ini segera dibubarkan diusut dan dihukum seadil-adilnya bagi yang terbukti melakukan tindakan pembunuhan tak bersalah.

“Bubarkan segera densus 88 pembantai umat islam, periksa dan audit serta usut tuntas atas setiap kasus yang dilakukan densus 88, hukum dan adili aparat densus 88 yang terbukti melakukan tindakan pembunuhan.” Tegas Indra.

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget