Ada-Ada Saja, Polisi Sebut Teroris Masih Banyak, Padahal Koruptor Lebih Banyak

BANDUNG - Meski tak bisa memastikan jumlahnya, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Annton Charliyan, meyakini pelaku teror di Indonesia masih banyak.
Itu sebabnya penangkapan terhadap pelaku-pelaku teror di Indonesia akan dilakukan terus menerus.

"Kami tidak akan memberikan ruang gerak terhadap teroris. Penangkapan pun dilakukan tanpa menyalahi aturan dan hukum yang berlaku saat ini," ujar Anton kepada wartawan di Markas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/3/2016).
Sejauh ini, kata Anton, terduga teroris memang sudah ditangkap di beberapa daerah termasuk di Jabar.
Mereka dituding terlibat dengan pelaku teror bom Thamrin pada awal Januari lalu.
Terakhir, tim Densus 88 menangkap dua terduga teroris di Kroya, Jawa Tengah, dan Malang, Jawa Timur. Keduanya pun masih terkait dengan aksi teror bom Thamrin.
"Jadi dengan masalah Thamrin keterkaitannya mereka mengetahui rencana peledakan tersebut. Sementara kami terus mengembangkan. Karena setelah kelompok Thamrin pertama ada 18 orang itu kan sekarang pun sudah berkembang 14-15 orang lagi ditangkap," ujar Anton.
Anton mengatakan, tim Densus 88 Antiteror masih terus memburu pelaku teror lainnya. Beberapa target dan sasaran sudah diketahui. Namun pihaknya membutuhkan alat bukti yang cukup untuk membekuknya.
"Kami sendiri berharap ada revisi UU teroris. Karena dengan UU yang ada saat ini, kami hanya boleh menangkap ketika sudah ada bukti permulaan yang cukup atau persiapan yang nyata. Sementara kalau belum ada persiapan yang nyata baru bicara-bicara saja belum bisa ditangkap," ujar Anton. (*)

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget