Strategi Bisnis dibalik Doa Bebas Hutang - part 3


Sampailah kita pada bagian akhir dari serial tulisan Doa Bebas Hutang. Sebuah tulisan yang menutup tulisan-tulisan Saya sebelumnya.
Pada bait pertama, kita diminta berlindung dari hamm dan hazan. Kegundahan dan kesedihan. Kita diminta untuk tenang. Kita diminta untuk dapat menerima apa yang telah terjadi. Kita diminta untuk jernih menghadapi masalah. Jangan gundah, jangan sedih.
Pada bait kedua, kita diminta untuk berlindung dari rasa lemah dan malas. Kita diminta untuk bergerak, berusaha sekuat apa yang kita bisa. Karena disanalah tercipta peluang dan berbagai kesempatan.
Pada bait ketiga, lafadz doa yang terlisan dari Rasulullah adalah..
"...wa a'udzubika minal jubni wal bukhli..."
Dan aku berlindung dari kepengecutan dan kebakhilan. Seakan doa ini mendorong kita untuk berani dan banyak menderma.
Bait ketiga inilah yang akan menjadi fokus pembahasan kita pada kesempatan kali ini.
*****
Menyelami doa ini, kita akan dikejutkan akan rahasia-rahasia besar didalamnya.
Yang pertama, bait ketiga dalam doa ini menunjukkan gejala dari seseorang yang berhutang atau sedang ingin menggapai pemasukan yang besar.
Seseorang yang sedang dalam himpitan hutang biasanya memilih untuk memikirkan dirinya sendiri. Karena secara alamiah, mereka pasti tertuju pada permasalahan yang mereka alami. Jika mereka terus menerus memikirkan diri sendiri, maka tertutuplah ruang kemungkinan untuk menolong orang lain.
"Aku kan dalam masalah, harusnya aku yang harus ditolong"
"Allah Maha Tahu, aku sedang sulit, gak papa lah kencleng masjid ini lewat, aku banyak hutang"
"Aku lagi gak bisa bantu siapa-siapa, karena aku sendiri lagi butuh dibantu."
Secara alami, jika tidak disadari, seseorang yang terhimpit hutang mendadak jadi bakhil. Mendadak jadi tak mau berbagi. Dan keberterusannya adalah kepengecutan dalam berbagai kondisi.
Tak jarang, ada yang mulai tidak berani ketemu orang. Tidak berani mengangkat telepon. Tidak berani menjelaskan masalah yang sebenarnya ia hadapi.
Doa ini mendorong kita untuk berani dan berderma..
Yang kedua, bait ketiga dari doa ini menunjukkan jalan terbaik dari keluar dari masalah : yaitu membantu orang lain. Karena membantu orang lain ini adalah lawan dari bakhil.
Barangsiapa memudahkan seorang hamba dari kesulitan, maka Allah akan memudahkannya dari kesulitan dunia dan akhirat.
Begitulah kaidah hidup ini bekerja...
Tolonglah orang lain, maka Allah akan menolongmu.
Dan ini hal yang jarang kita sadari. Sudah selayaknyalah kita memohon kepada Allah, untuk terhindar dari keburukan kebakhilan dan diberi kekuatan untuk terus berbagi. Entah berbagi waktu, tenaga, fikiran, perasaan, hingga keterampilan. Tidak selalu melulu berbagi uang.
*****
Sahabat Ziders yang budiman. Inilah bukti bahwa kita harus terus berbagi dan berbagi. Jangan pernah egois.
Jika kita sedang berbisnis, mari pancang niat didalam diri, bahwa kita harus bergerak untuk menolong sesama, entah dengan apa yang kita punya saat ini. Karena disanalah pertolongan itu "terpancing" datang.
Jika kita sedang terlilit banyak hutang, berfikiah sebuah hal yang mendalam : amal sholih apa yang sekiranya aku bisa lakukan agar aku bisa terbebas dsri segala himpitan hutang yang ada. Derma dalam bentuk apakah yang bisa aku berikan, agar Allah menolong kehidupanku?
Semoga para Ziders memahami kaidah ketiga ini...
Tolonglah maka ditolong..
Bantulah maka dibantu..
Lapangkanlah maka dilapangkan..
Mudahkanlah maka dimudahkan..
Lancarkahnlah maka dilancarkan..
Selamat berderma...
CEO KeKe Group
Rendy Saputra

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget