Penguatan Penjajahan Amerika Serikat Dibalik KTT AS-ASEAN



Amerika Serikat terus memperkuat penjajahannya melalui berbagai cara, salah satunya dibalik KTT AS-Asean sangat terlihat dominasi Amerika serikat untuk melancarkan penjajahannya terhadap negara ASEAN.
 Dikutip dari Tabloid Media Umat, terkait KTT AS-ASEAN ini jelas menguntungkan negara Amerika Serikat. Secara politik, kehadiran negara ASEAN di California pada senin (15/02), menujukkan dominasi negara itu  atas ASEAN. Bayangkan, 10 pemimpin negara hadir menghadap seorang Obama di negaranya. Hal ini menunjukkan kelemahan negara-negara ASEAN dalam dominasi dan kontrol Amerika serikat. Sekaligus Amerika juga menunjukkan kepada mitra atau pesaing politiknya, bahwa negara-nyalah penguasa sejati di kawasan Asean. Pesan ini akan memperkuat posisi Amerika untuk berhadapan dengan Cina.
Dalam pertemuan KTT AS-ASEAN Obama menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerjasaman antara Amerika dan Asean, baik dalam kerjasama ekonomi maupun keamanan. Hal ini disampaikan dalam pembukaan acara KTT tersebut.
Tentu kita sudah paham, dalam hubungan antar negara, setiap kebijakan politik luar negeri pasti untuk kepentingan negara itu, tinggal siapa yang menjadi subyek, siapa yang menjadi obyek. Siapa yang paling banyak diuntungkan, dan siapa yang paling banyak dirugikan, dalam hubungan Amerika-ASEAN, tentu Amerika sebagai negara adi daya tentu paling banyak diuntungkan.
Ditambah lagi Amerika Serikat adalah negara yang menganut ideologi kapitalisme. Politik luar negeri negara kapitalis seperti AS bertujuan untuk menyebarluaskan ideologi tersebut. Metode baku yang mereka gunakan adalah penjajahan (Imperialisme) dalam berbagai bentuknya baik ekonomi, politik, ataupun budaya. Dengan cara itulah negara kapitalis bisa eksis. Kemitraan komprehensif ini adalah bentuk nyata penggunaan softpower pemerintahan Obama.
Untuk memperdalam pengaruh dan kontrol negara Amerika dalam KTT AS-ASEAN ini yang menjadi sasaran adalah Asean termasuk Indonesia.
Khusus Indonesia kebijakan luar negeri Amerika terhadap negara ini tidak berubah, dalam ekonomi Amerika akan tetap mengokohkan dan meningkatkan ekspansi perusahaan perusahaan AS di sektor energi (migas) dan pertambangan terutama tambang emas freeport di Papua. Indonesia juga dijadikan oleh Amerika sebagai pasar penting  ekspor Amerika, tidak lain untuk menggerakkan ekonomi negara itu dan menyediakan lapangan kerja.
Dan perlu dicatat bahwa semua kebijakan ini akan mengokohkan penjajahan Amerika di Indonesia, memperlancar perampokan terhadap kekayaan alam Indonesia yang seharusnya milik rakyat yang dikelola pemerintah dengan baik untuk kesejahteraan rakyat. (Fatih453)

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget