Pengajian Umum HTI Bandung: Rasulullah SAW Teladan Kita Semua

Pengajian Umum HTI Bandung: Rasulullah SAW Teladan Kita Semua



Pada 14 Februari 2016 / 5 Jumadil Awal 1437, HTI Kota Bandung   kembali mengadakan Kajian Islam Mulai Akar Hingga Daunnya yeng ke-2. Tema yang dibahas adalah “Rasulullah SAW Teladan Kita Semua”, di Masjid Al-Mukhlisin Jl. Jakarta No 20-22 Komplek Kota Kembang Permai Bandung, bersama  Ustadz Hasan Abdurazzaq (DPD II HTI Kota Bandung).

Beliau menjelaskan bahwa setiap manusia mempunyai teladan, untuk dicontoh dan ditiru. Apabila tidak demikian, tentu tidak akan memiliki pandangan hidup secara jelas dan terarah di setiap aktifitas kehidupannya. Seperti seseorang memiliki visi dan misi dalam hidupnya, untuk mencapai kebahagiaan yang diidamkan. Ust Hasan juga menjelaskan, bukti cinta Rasul kepada Umatnya begitu tinggi, di dalam hadits dijelaskan: “Perumpamaanku dengan umatku ialah bagaikan seorang yang menyalakan api. Maka serangga-serangga berterbangan menjatuhkan diri ke dalam api itu. Padahal aku telah berusaha menghalaunya. Dan aku, telah mencegah kamu semua agar tidak jatuh ke api, tetapi kamu meloloskan diri dari tanganku." (HR Muslim).

Hal tersebut harus dibuktikan juga oleh kita sebagai umatnya. Apalagi Rasul SAW Teladan kita, sudah membuktikan cintanya kepada kita semua. Maka pembuktian kita adalah, Pertama membuktian cinta yang sebenarnya kepada beliau, yaitu selalu ingin dekat/bershalawat, siap berkorban/menghadapi ujian dan menjadikan idola/teladan;  Kedua, pelajari kisah hidupnya dengan mempelajari sirah Nabi. Karena faedah mempelajari ini dapat mengetahui sumber kedua syari’at Islam, mengenal sosok nabi Muhammad sebagai manusia terbaik dan mengambil ibrah/pelajaran sejarah; Ketiga, penuhi 3 (tiga) ciri dalam Qur’an Al-Ahzab ayat 21 dengan mengharap rahmat Allah SWT, mengharap kedatangan hari kiamat dan  banyak berdzikir”, terangnya.


Nabi Muhammad tidak mengucapkan sesuatu yang bersumber dari hawa nafsu. Beliau hanya mengatakan apa yang telah diperintahkan dan menyampaikan kepada umat manusia secara sempurna. Beliau sosok manusia dengan sebaik-baik akhlak, disayangi kawan dan disegani musuh. Kehidupannya tidak terlepas dari dakwah dan jihad. Beliau senantiasa menanamkan keimanan (tatsqif), berinteraksi dengan masyarakat (tafa’ul ma’al ummah), menerapkan Islam secara kaffah, melakukan politik dalam negeri dan politik  luar negeri dalam bernegara.  Sehingga kita harus mengetahui betul Rasulullah SAW (teladan kita) dalam kehidupannya, baik secara individu, masyarakat dan bernegara”, tutupnya. [mi bandung]

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget