Komnas HAM : Tambahan dana Rp 1,9 T Bagi Densus, Bukti Pemerintah Dukung Kekerasan

Jakarta - Banyak kritik dari berbagai pihak terhadap tambahan anggaran dana Rp 1,9 triliun bagi Densus 88. Komisioner Komnas HAM Siane Indriani menilai anggaran sebesar itu menjadi bukti bahwa pemerintah menyetujui dan menyuburkan cara-cara kekerasan dalam menangani masalah terorisme.

“Anggaran 1,9 T justru negara membah kekerasan, menamambah kantong-kantong mayat baru. Apa ini yang kita inginkan?” tanya Siane dalam diskusi Quo Vadis Revisi UU Terorisme No. 15 Tahun 2003?” di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta, Selasa (16/2).

Siane menilai, selama ini cara-cara penahanan terorisme yang dilakukan Densus 88 justru memunculkan benih-benih terorisme baru. Metode penyiksaan, asal main tembak, dan pelanggaran HAM lainnya memunculkan dendam baru bagi para pelaku.

Ia mencontohkan dalam kasus Poso di mana terduga ditembak meski sudah tidak berdaya.

“Hal-hal ini seperti ini justru semakin menambah terorisme karena bertambah dendam-dendam baru,” ujarnya.

Ditambahkan Siane, pola penanganan selama ini terlalu menonjolkan kekerasan memberikan wacana kepada masyarakat terorisme harus disikapi dengan kekerasan.

“Ini yang menjadi branding media. Media akhirnya menggelorakan kejadian tersebut,” ucap perempuan yang juga mantan wartawan ini.

Siane pun merasa heran, meski negara telah mendapatkan banyak dana dari luar negeri dalam pemberantasan terorisme, namun masalah ini tidak pernah bisa selesai.

“Selalu ada terorisme, padahal dana sudah banyak yang keluar masuk,” jelasnya.

Tambahan anggaran dana ini memang aneh dan wajar mendapatkan kritik dari berbagai pihak. Apalagi mereka yang tertuduh terorisme kadang tidak terbukti. Ditambah densus 88 seringkali melakukan salah tangkap dan penembakan sekalipun masih sebagai terduga.

Padahal, masih banyak problem negeri ini yang perlu diselesaikan dan jelas permasalahannya, semisal LGBT dan lainnya. Namun, pemerintah tetap memfokuskan pada isu terorisme yang sebenarnya ada atau tidak, atau mungkin hanya dibuat-buat. (Maruf/islampos)

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget