Bisnis D4F Berhenti! Udah Dibilang yang Begitu Nggak Bakal Bertahan Lama! Anggotanya Pada Shock!

BANGKA -- Sedikitnya 20.000 anggota Dream for Freedom (D4F) di Bangka Belitung terpaksa berhenti beraktivitas hingga Senin (22/2) mendatang. Hal itu menyusul keputusan PT Promo Indonesia Mandiri, perusahaan yang menaungi D4F, menutup akses ke website www.d4f-official.com sejak Selasa (16/2/2016) lalu.

Sekretaris Nesia Babel, Amar Silangit menyebut saat ini pihaknya memiliki dua pilihan, berhenti atau meneruskan keanggotaan. Pilihan itu berdasarkan rapat yang diikutinya di Jakarta, kemarin.
"Kita punya dua pilihan, yang pertama jika rekan sudah tidak meneruskan maka akan kita kembalikan, contohnya jika deposit Rp 10 juta, sementara baru dibayarkan Rp 3 juta maka yang Rp 7 juta akan dikembalikan tanpa adanya bonus aktif dan pasifnya," kata Amar mewakili Ketua Nesia Babel, Rahman, saat dihubungi Bangka Pos, Kamis (18/2/2016).
"(pilihan) yang kedua dapat aktif dan pasif bonusnya, namun tetap harus melanjutkan pertumbuhan," lanjutnya.
PT Promo Indonesia Mandiri mengumumkan offline sementara sejak Selasa (16/2). Pengumuman itu disebarkan melalui sosial media. KONTAN (Grup Bangka Pos) mendapatkan pengumuman itu dari sebuah akun di Facebook Jasebi (Jasa Sharing Bisnis).
Melalui pengumuman tersebut disampaikan telah terjadi ketidakseimbangan antara kontribusi / hasil yang diperoleh dari pertumbuhan partisipan baru maupun perkembangan unit bisnis yang ada. Hal itu menyebabkan sistem D4F kelebihan beban kewajiban.
Sekretaris Nesia Babel, Amar Silangit menyebut mandeknya pertumbuhan bisnis D4F dikarenakan sikap sebagian member yang di atas yang kurang tanggungjawab. Kondisi itu diperparah kondisi bisnis seperti loket nesia dan lainnya di dalam promo nesia yang belum bisa mendukung.
Terlepas dari itu, Amar menyebut manajemen merasa perlu adanya waktu perbaikan pada program yang didirikan dalam bisnis tersebut.
"Artinya kita tetap bertanggung jawab pada member kita, dengan dua pilihan itu. Jika program kita tahu sendiri pasti selalu ada perbaikan," tegas Amar.
Bisnis Mirip "Money Games" ini Nggak Bakal Tahan Lama 
Rizqi Awal, Pengurus Majelis Dakwah Islam, mengungkapkan bisnis yang mirip dengan Money games dengan mengumbar harapan dan impian itu nggak bakal bertahan lama.
"Bisnis yang begitu nggak tahan lama. MLM dan Money Games sendiri di dalam islam sudah haram. MLM mengandung kebatilan dalam akad, Money Games lebih dari itu. Yang diperdagangkan juga nggak jelas," ujarnya ditemui di Jatinangor, Sumedang.
Maraknya bisnis ini laku keras menurutnya tak lebih karena kondisi ekonomi yang sekuler kapitalisme ini. Sehingga banyak orang pengen dapat uang secara instan dan mudah.
(Bangka pos/ZRP)

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget