Ini yang Harus Suami Renungkan Ketika Baru Jadi Bapak

Kelahiran anak tentu saja merupakan momen yang membahagiakan. Apalagi bila anak yang terlahir dari janin istri kita lahir dalam keadaan sehat tanpa cacat sedikitpun. Maklum, menengok kenyataan, banyak pasutri yang sudah lama menikah tak kunjung punya anak. Tak sedikitpula yang punya anak, ternyata anaknya dalam keadaan cacat.
Namun, diluar rasa syukur tersebut, setidaknya sebagai suami, ada beberapa hal yang harus direnungkan ketika anak kita baru saja lahir. Terutama, bila anak tersebut adalah anak pertama. Apa saja yang harus direnungkan?
Pertama, kita mesti merenungkan jasa orangtua kita, terutama ibu. Proses melahirkan yang dijalani istri kita sejak hamil hingga puncaknya proses persalinan, mestinya itu merangsang ingatan kita akan pengorbanan ibu kita tatkala melahirkan kita ke dunia. Karena, dari zaman dulu hingga sekarang, proses melahirkan itu tetap sama. Meskipun berbeda kadarnya, tapi semuanya tetap sakit. Ada pengorbanan setiap ibu disana. Bahkan, yang dikorbankan adalah urusan nyawa.
Kedua, kita mesti merenungkan, betapa istri kita harus disayangi. Bukan hanya ibu, sosok istri juga haarus kita renungkan jasanya. Kesakitan-kesakitannya sama dengan yang ibu kita rasakan. Karenanya, seorang suami yang baru saja punya bayi mestinya makin sayang dengan istrinya. Bukan malah menjauh dan berkurang sayangnya hanya karena setelah melahirkan tubuh istri kita tak seindah sebelumnya. Rasa sayang pada istri ketika melahirkan, akan membuktikan setulus apa motif kita menikahi istri kita.
Ketiga, kita mesti merenungkan, kita punya anak yang dari hari ke hari akan semakin membesar. Bukan sekedar soal finansial, anak-anak kita kelak akan menjadi makhluk peniru yang paling ulung. Karenanya, kita mesti mulai memikirkan setiap tindak-tanduk kita. Bila memang kita ingin anak-anak kita jadi soleh dan solehah, maka praktikanlah itu terlebih dahulu pada pribadi kita sebagai sosok bapak. Dengan menjadi bapak, artinya kita harus menjadi teladan. Ini poin yang tak kalah penting untuk direnungkan.
Keempat, kita mesti merenungkan, bahwa kita semakin tua. Kehadiran anak, membuat orang-orang disekitar kita tak segan memanggil kita dengan sebutan bapak. Panggilan itu mestinya menyadarkan kita, bahwa jatah usia kita didunia semakin berkurang. Karenanya, sudah seharusnya kita lebih maksimal mempersiapkan bekal sebelum kematian. Apalagi, ajal tak kenal umur. Perbanyaklah amal soleh dan tinggalkan kemaksiatan yang lazim kita lakukan.
Wallahualam.(ah)




Label:

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget