Bandung News | Media Lokal Rasa Global

Terbaru



BDG.NEWS, Bandung - Memanasnya situasi politik di dalam negeri belakangan ini memicu sebagian kalangan menggunakan isu kebhinekaan untuk melindungi kepentingan politisnya dan menyudutkan Islam. Sedemikian isu tersebut dimainkan sehingga seolah Islam adalah agama yang tidak toleran terhadap keberagaman yang ada di tengah masyarakat. Juga seolah masyarakat Muslim berbuat lalim terhadap etnis/kelompok minoritas di negeri ini.

Benarkah Islam menjadi ancaman serius atas kebhinekaan? Bagaimana sebenarnya Islam memandang dan mengelola kebhinekaan di tengah masyarakat? Dalam rangka menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, Lajnah Fa'aliyah Muslimah DPD I Hizbut Tahrir Indonesia Jawa Barat menyelenggarakan Diskusi Terbatas yang dihadiri para tokoh Muslimah dari al-Irsyad, Insan Kamil, Darul Hikam, IPII, CFCD Jabar, PWS Salman dan BKMM Jabar pada Sabtu (18/2) di kediaman Ibu Dr. Lulu Lusianti Fitri, Jalan Imam Bonjol, Bandung.

Dalam acara yang membahas tema "Islam di Tengah Politisasi Isu Kebhinnekaan" ini, Ibu Nurul Hidayani (Koordinator Lajnah Fa'aliyah MHTI Jabar) menyampaikan bahwasanya kebhinekaan adalah hal yang diakui dalam Islam. Karena yang dimaksud dengan kebhinekaan adalah pluralitas, bukan pluralisme. Pluralitas adalah kemajemukan dalam masyarakat yang memang hasil penciptaan Allah SWT, bukan untuk melebihkan satu sama lain, tapi untuk saling mengenal karena yang menjadikan mulia adalah ketakwaannya.


Adapun pluralisme adalah paham yang menyamakan semua agama, dan paham ini berseberangan dengan konsep keyakinan Islam. Akan tetapi, saat ini ada upaya untuk menanamkan paham ini ke tengah kaum Muslim, baik secara halus maupun frontal, sehingga kaum Muslim dikondisikan untuk bersikap moderat dan tidak fanatik. Akibatnya, paham Islam yang hakiki pun dikaburkan. Keyakinan umat Islam pun melemah dan berimbas juga pada aturannya yang hilang yang justru menjadi marabahaya bagi seluruh umat manusia. Kita saksikan bagaimana ketika Islam ditegakkan pluralitas begitu berjalan harmonis, sejahtera, dan makmur. Islam pun menaungi berbagai macam negara di berbagai benua.
 
Untuk itu, perlu ada upaya untuk memahamkan umat mengenai kebhinekaan dan kaitannya dengan Islam. Umat pun harus memahami secara jernih isu kebhinekaan yang saat ini sedang digunakan untuk menohok Islam dan melihat siapa dalang di balik ini semua. Bu Nurul pun menegaskan bahwa saat ini sedang terjadi proxy war. Sebetulnya yang harus kita perangi saat ini adalah ideologi kapitalisme yang tengah mencengkeram Indonesia. Tetapi umat Islam justru terfokus pada isu non-Muslim ataupun orang-orang munafik. Oleh karena itu, umat harus disadarkan mengenai akar permasalahan saat ini, sehingga umat tidak frustasi dan kehabisan energi. Perlu ada pembinaan dan dakwah di tengah-tengah umat untuk kembali berpegang teguh pada Islam dan mengembalikan Islam pada kekuasaan. Berpegang teguh pada Islam berarti menjadikan Islam sebagai sebuah ideologi yang mewarnai seluruh aspek kehidupan. [] MHTI Jabar

Editor : Hadi Rasyidi


Bdg.News -- Menurut Fadli, uang yang digunakan itu adalah dana dari umat, bukan duit negara.

"Ini pelanggaran hukum ke tokoh-tokoh yang sudah jelas. Ini bukan TPPU karena jelas donaturnya," kata Fadli.

Anak buah Prabowo Subianto di Partai Gerindra itu menyatakan, hal-hal semacam ini yang akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap hukum.

"Akan ada banyak kriminalisasi yg beda pendapat dengan pemerintah. Penegak hukum bukan kaki tangan penguasa yang bisa lakukan penegakan hukum seenaknya," kata dia.

Fadli menambahkan, aspirasi ini akan disampaikan kepada presiden, kepolisian maupun aparatur negara lainnya.

"Ini urgent, tidak boleh ada suatu penegakan hukum yang tidak adil," jelasnya.

Dia heran, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diduga melakukan pelanggaran hukum menista agama diperlakukan istimewa dibanding orang yang menyerukan penegakan hukum.

"Hukum di Indonesia sedang mengalami sakaratul maut," tegasnya.

Bdg.News -- Beredar di media sosial, poster ajakan aksi 21 Februari 2017 alias aksi 212 Jilid 2 memuat foto Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Seolah-olah ada kesan Gatot Nurmantyo punya peran di aksi itu.

Kini pasti sudah, poster aksi 212 yang mencantumkan foto Gatot Nurmantyo itu hanya bohong belaka. Pimpinan aksi 212, yakni Forum Umat Islam (FUI), adalah pihak yang memastikan hal ini.

"Nggak ada. Itu hoax," tegas Sekretaris Jenderal FUI, Muhammad Al Khaththath, kepada detikcom, Minggu (19/2/2017).
Foto Panglima TNI di Poster Aksi 212, FUI: Itu Hoax  

Poster maya itu beredar di jejaring media sosial. Isinya memuat foto Gatot Nurmantyo, Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab, Syekh Ali Jaber, Ustaz Arifin Ilham, KH Abdullah Gymnastiar, dan Ketua Umum GNPF MUI Ustaz Bachtiar Nasir.

Di bagian atas poster tertulis dengan huruf merah, "21 Februari 2017", di bawahnya ada nama-nama orang yang fotonya terpampang, kemudian ada kalimat dengan huruf merah sebagai tanda lokasi aksi 212 jilid 2 ini, "Gedung DPR/MPR RI".

Di bagian bawah tertilis "Aksi Damai Bela Islam 5", juga ada semacam stempel. "The Best Aksi Damai 2016". 
 



BDG.NEWS, Bekasi - Sebanyak 14 kompleks perumahan di Kota Bekasi, Jawa Barat masih terendam banjir sejak Ahad (19/2). Banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi mengguyur Kota Bekasi sejak beberapa hari terakhir. 

Ribuan perumahan di empat belas komplek perumahan masih digenangi banjir. BPBD Kota Bekasi melaporkan banjir justru bertambah tinggi karena kondisi hujan masih terus berlangsung. 

Sebanyak 119 jiwa mengungsi di Perum Nasio Jatiasih, sementara di Kalibaru, Medansatria, 160 jiwa terdampak banjir akibat mengungsi. "Lima unit rumah rusak berat, sedangkan 14 lokasi perumahan warga terendam dengan tinggi muka air mencapai 1,2 meter sampai dengan 1,3 meter," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Senin (19/2). 

Sutopo mengatakan, banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi sehingga sungai meluap. BPBD Kota Bekasi sudah melakukan penyaluran logistik bantuan bencana ke tempat lokasi kejadian, sementara peralatan dan perlengkapan bencana banjir sudah dikirim ke lokasi kejadian.

Lanjut Sutopo, evakuasi warga sudah dilakukan di beberapa titik banjir, seperti Perum Dosen IKIP, Perum Pondok Hijau (PHP), dan Perum Pondok Ungu Permai (PUP). Tinggi muka air di perumahan dosen IKIP Jati bening 1,3 meter dan di Jatiasih 1,2 meter. 

Data BNPB menyebutkan, banjir terjadi di Kel. Margahayu Kec. Bekasi Timur, Perum Dosen IKIP, Perum Surya Mandala Bekasi Selatan, Mutiara Gading Timur (MGT), Pondok Timur Indah (PTI), Pondok Ungu Permai (PUP), Perum Nasio, Perum Duta, Indah Perum Interup Asri Jatiwaringin, Pondok Hijau Permai, Pondok Chandra, Melati Harapan Mulya, Perum Bougenvil, Perum Griya Jatisari, serta Komplek Buana Risma Jl Jatiluhur. 

Salah satu warga RW 016 Perum Nasio Jatiasih, Echa (31 tahun) mengatakan ketinggian air di Perum Nasio berkisar satu meter dan sudah masuk ke dalam rumah warga. Genangan air diperkirakan masih terus bertambah lantaran cuaca tidak menentu. Kondisi cuaca di kawasan Bekasi masih hujan dengan intensitas ringan sampai sedang. 

"Kondisi rumah warga sudah masuk ke dalam rumah airnya. Saat ini sedang hujan deras. Airnya pasti akan tambah tinggi," kata Echa.

Echa melanjutkan, bantuan logistik untuk warga sampai saat ini belum datang. Sebagian warga masih mencari makanan sendiri ke warung-warung terdekat. Kendaraan roda empat dan roda dua juga tidak dapat masuk mengingat tingginya genangan air. Warga hanya dapat beraktivitas dengan perahu karet. 

"Biasanya mereka ngirim bantuan makanan dan air minum lewat perahu karet dan muterin rumah warga. Mungkin karena hujan yang cukup deras. Jadi mereka belum keliling," ujar Echa.

Sumber: Republika
Editor : Hadi Rasyidi





BDG.NEWS, Ramallah - Sebuah majalah di Amerika “The Christian Science Monitor” memuat laporan tentang sosok guru perempuan asal Palestina, Hanan Al-Horb yang dinobatkan sebagai guru terbaik dunia pada tahun 2016. Laporan ini ditulis sendiri oleh editor majalah, Christa Case Bryant.

Al-Horb berhasil meraih predikat guru terbaik tingkat dunia atau “The Global Teacher Prize” setelah menyisikan finalis lain dari berbagai negara seperti India, Inggris, Finlandia, dan Amerika Serikat. Penghargaan ini diberikan oleh yayasan sosial, “Varkey Poundation” yang berpusat di Inggris. 

Selain mengharumkan nama baik Palestina di kancah internasional, Al-Horb juga berhak mendapatkan hadiah sebesar 1 Juta Dollar Amerika atau sekitar 13 Milyar Rupiah.

Kini Al-Horb menjadi inspirasi semua orang yang bergerak di bidang yang sangat vital ini. Salah satu pertimbangan yang mengantarnya meraih penghargaan ini adalah kemampuannya dalam menangani anak-anak yang menderita trauma kekerasan.

Palestina adalah negara yang masih berada dalam jajahan Israel. Sehari-hari anak-anak Palestina disuguhkan dengan informasi akan kekerasan yang terjadi akibat pertikaian antara Israel dan Palestina. Palestina, khususnya di Jalur Gaza, seolah sudah akrab dengan situasi perang yang merusak tatanan kehidupan, ditambah lagi dengan sulitnya kehidupan akibat blokade mencekik Israel yang berkepanjangan.

Situasi ini menuntut kehebatan seorang guru dalam proses belajar mengajar dan pembinaan di sekolah. Guru-guru di Palestina dituntut untuk lebih kreatif agar peserta didik kelak menjadi pribadi terampil, berkarakter baik, dan bijak melihat peristiwa di sekelilingnya.

“Al-Hroub adalah inspirasi bagi para guru dalam peningkatan keterampilan mengajar. Prestasinya di tingkat dunia menambah semangat para guru di Palesitina. Mereka benar-benar merasa punya arti di tengah masyarakat,”tulis Christa.

Salah satu kelebihan Al-Hroub yang diceritakan dalam laporan itu, bahwa ia sangat piawai dalam menghadapi anak-anak yang memiliki kencendrungan emosianal tinggi. Emosi berlebihan ini mendorong mereka untuk melakukan tindak kekerasan di sekolah. Mungkin perasaan semacam ini muncul akibat faktor lingkungan.

Metode mengajar yang ditonjolkan oleh Al-Horb adalah memberi perhatian besar terhadap kepribadian siswa. Dia selalu mencoba untuk menggali potensi yang dimiliki siswanya. Tidak hanya cukup dengan kecakapan mentransper ilmu ke peserta didik, namun lebih dari itu, dia mencoba untuk mencermati bakat, kecenderungan, emosional para siswa, yang dengannya mereka bisa diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan itu sendiri.

Al-Hroub adalah seorang guru yang sudah terbiasa mengajar di kamp-kamp pengusian seperti kamp pengusian yang dekat dari Beitlehem. Meski berada dalam situasi sulit, Al-Hroub selalu mencoba menghadirkan kesejukan dalam proses belajar mengajar.

Dirinya mampu menepis tuduhan Israel bahwa anak-anak Palestina diajari kekerasan, kebencian, radikalisme sebagaimaana yang tercantum dalam kurikulum.

“Jangan sekali-kali kita ciptakan situasi permusuhan dan kebencian di dalam kelas,”jelas Al-Hroub.

Saat ini Al-Hroub mencoba mendorong pemerintah Palestina untuk lebih memperhatikan nasib dan masa depan guru, termasuk peningkatan kesejateraan bagi mereka. Namun yang terpenting bagi Al-Hroub, yang kini telah menjadi inspirasi dunia, adalah selalu mendorong pemerintah Palestina agar mendorng pengembangan metode mengajar bagi para guru melalui pelatihan secara intensif. 

Sumber : suarapalestina
Editor : Hadi Rasyidi



Bdg.News. Timika. Lebih dari 20 pekerja asing di perusahaan-perusahaan kontraktor PT Freeport pergi meninggalkan Timika, Papua, dan kembali ke negara asal mereka.

Hal itu terjadi setelah perusahaan penambangan itu tidak mendapatkan izin ekspor konsentrat.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura Jesaja Samuel Enock mengatakan, sebagian dari pekerja asing itu ada yang terkena dampak pengurangan tenaga kerja dari perusahaan tempat mereka bekerja.

"Ada yang kontrak kerjanya sudah selesai kebetulan bertepatan dengan momentum pengurangan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan kontraktor PT Freeport. Tapi ada juga yang terkena dampak langsung dari persoalan yang kini terjadi di PT Freeport," kata Samuel.

Menurut dia, pekerja asing yang sudah hengkang itu semuanya bekerja di perusahaan-perusahaan kontraktor serta privatisasi PT Freeport.

Adapun pekerja asing permanen PT Freeport yang bekerja di kawasan pertambangan di Tembagapura, Mimika, Papua, hingga kini belum ada yang diberhentikan atau dipulangkan kembali ke negara asalnya.

Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengakui bahwa saat ini PT Freeport Indonesia dan sejumlah perusahaan privatisasi serta kontraktornya mulai memulangkan para pekerjanya, termasuk tenaga kerja asing dari berbagai negara.

Sesuai laporan dari Dinas Tenaga Kerja setempat, kebijakan merumahkan dan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan Freeport maupun perusahaan kontraktor serta privatisasinya terus berlangsung sejak Freeport tidak lagi mendapatkan izin ekspor konsentrat pada 12 Januari 2017.

Dinas Tenaga Kerja mencatat setidaknya sudah ada 300-an pekerja yang diberhentikan. Adapun karyawan permanen Freeport diberi kebijakan untuk dirumahkan.

Sementara itu, kata Eltinus, karyawan yang pulang cuti diminta tidak kembali lagi ke Timika untuk bekerja sampai perusahaan normal kembali.

"Setiap hari ada sekitar 30-500 karyawan yang dipulangkan. Kalau ditotal, jumlahnya sudah lebih dari 1.000 orang yang dirumahkan dan di-PHK," kata dia seusai menerima ribuan karyawan yang menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Bupati Mimika di Timika, Jumat (17/2/2017).

Tenaga kerja asing yang bekerja di PT Freeport selama ini didominasi oleh tenaga kerja asal Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Kanada, dan Filipina.

Keahlian mereka masih sangat dibutuhkan untuk menangani pekerjaan teknis pertambangan, seperti bagian blasting dan tambang bawah tanah.

Hingga kini tercatat sekitar 200-an tenaga kerja asing masih bekerja di PT Freeport dan berbagai perusahaan privatisasi serta kontraktornya.

Sumber: Kompas.com

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget